International Journal of Social Science & Economic Research
Submit Paper

Title:
LEADERSHIP OF INFORMAL LEADERS SURROUNDING GUNUNG CIREMAI NATIONAL PARK WEST JAVA PROVINCE

Authors:
Suyadi , Sumardjo , Zaim Uchrowi , Prabowo Tjitropranoto

|| ||

Suyadi1 , Sumardjo2 , Zaim Uchrowi2 , Prabowo Tjitropranoto2
1Education and Training Center for Environment and Forestry of Makassar, Jalan Perintis Kemerdekaan Km 17.5 Makassar, South Sulawesi Indonesia
2Department of Communication Science and Community Development, Faculty of Human Ecology, Bogor Agricultural University, FEMA building Wing 1 Level 5, Dramaga Bogor, West Java Indonesia

MLA 8
Suyadi, et al. "LEADERSHIP OF INFORMAL LEADERS SURROUNDING GUNUNG CIREMAI NATIONAL PARK WEST JAVA PROVINCE." Int. j. of Social Science and Economic Research, vol. 3, no. 3, Mar. 2018, pp. 999-1017, ijsser.org/more2018.php?id=71. Accessed 2018.
APA
Suyadi, Sumardjo, Uchrowi, Z., & Tjitropranoto, P. (2018, March). LEADERSHIP OF INFORMAL LEADERS SURROUNDING GUNUNG CIREMAI NATIONAL PARK WEST JAVA PROVINCE. Int. j. of Social Science and Economic Research, 3(3), 999-1017. Retrieved from ijsser.org/more2018.php?id=71
Chicago
Suyadi, Sumardjo, Zaim Uchrowi, and Prabowo Tjitropranoto. "LEADERSHIP OF INFORMAL LEADERS SURROUNDING GUNUNG CIREMAI NATIONAL PARK WEST JAVA PROVINCE." Int. j. of Social Science and Economic Research 3, no. 3 (March 2018), 999-1017. Accessed , 2018. ijsser.org/more2018.php?id=71.

References
[1]. [BPS] Badan Pusat Statistik. (2017). Statistik Indonesia 2017. (Subdirektorat Publikasi dan Kompilasi Statistik, Ed.). Jakarta (ID): BPS.
[2]. Anwas, O. M. (2013). Pemberdayaan masyarakat di era global. Bandung (ID): Alfabeta.
[3]. Arifin, B. S. (2015). Psikologi sosial. Bandung (ID): Pustaka Setia.
[4]. Asngari, P. S. (2001). Peranan agen pembaruan/ penyuluh dalam usaha memberdayakan (empowerment) sumberdaya manusia pengelola agribisnis. Orasi ilmiah guru besar tetap ilmu sosial ekonomi. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.
[5]. Avolio, B. J., Sosik, J. J., Kahai, S. S., & Baker, B. (2014). E-leadership?: Re-examining transformations in leadership source and transmission. The Leadership Quarterly, 25(1), 105-131. https://doi.org/10.1016/j.leaqua.2013.11.003
[6]. Brahmasari, I. A., & Suprayetno, A. (2008). Pengaruh motivasi kerja , kepemimpinan dan budaya organisasi terhadap kepuasan kerja karyawan serta dampaknya pada kinerja perusahaan ( Studi kasus pada PT . Pei Hai International Wiratama Indonesia ). Jurnal Manajemen Dan Kewirausahaan, 10(2), 124-135.
[7]. Cameron, K. (2011). Responsible Leadership as Virtuous Leadership, (September), 25-35. https://doi.org/10.1007/s10551-011-1023-6
[8]. Herman, Sumardjo, Asngari, P. S., Tjitropranoto, P., & Susanto, D. (2008). Kapasitas petani dalam mewujudkan keberhasilan usaha pertanian: Kasus petani sayuran di kabupaten Pasuruan dan kabupaten Malang provinsi Jawa Timur. Jurnal Penyuluhan, 4(1), 11-20.
[9]. Hidayat, H. (2015). Pengelolaan hutan lestari partisipasi, kolaborasi, dan konflik (ed. 1). Jakarta (ID): Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
[10]. Hudiyani, I. (2013). Partisipasi petani dalam pengelolaan hutan rakyat di desa benteng kabupaten Bogor provinsi Jawa Barat. Jurnal Penyuluhan, 9(2), 132-145.
[11]. Kusumedi, P., & Jariyah, N. A. (2010). Analisis Finansial Pengelolaan Agroforestri dengan Pola Sengon Kapulaga di Desa Tirip, Kecamatan Wadaslintang, Kabupaten Wonosobo. Jurnal Penelitian Sosial Dan Ekonomi Kehutanan, 7(2), 93-100.
[12]. Langat, D. K., Maranga, E. K., Aboud, A. A., & Cheboiwo, J. K. (2016). Role of forest resources to local livelihoods?: The case of east mau forest ecosystem , Kenya. International Journal of Forestry Reseach, 2016(ID 4537354), 1-10. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.1155/2016/4537354
[13]. Liow, M. R., Laloma, A., & Pesoth, W. (2015). Peranan Pemimpin Informal dalam Meningkatkan Partisipasi Masyarakat dalam Pembangunan di Desa Malola. JAP, III(31), 1- 9.
[14]. Meitha, A., & Sasmito, C. (2016). Pengaruh kepemimpinan, Kedisiplinan dan Komunikasi terhadap Pelayanan Publik di Puskesmas Kabupaten Sambas. Jurnal Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, 5(3), 109-114.
[15]. Mutmainah, R., & Sumardjo. (2014). Peran kepemimpinan kelompok tani dan efektivitas pemberdayaan petani. Jurnal Sosiologi Pedesaan, 2(3), 182-199.
[16]. Padmowiharjo, S. (1994). Psikologi belajar mengajar. Jakarta (ID): Universitas Terbuka.
[17]. Premono, B. T., & Lestari, S. (2013). Analisis finansial agroforestri kayu bawang (Dysoxilum Mollissium Blume) dan kebutuhan lahan minimum di provinsi Bengkulu. Jurnal Penelitian Sosial Dan Ekonomi Kehutanan, 10(4), 211-223.
[18]. Puspitojati, T., Darusman, D., Tarumingkeng, R. C., & Purnama, B. (2012). Pemangku kepentingan yang perlu diberdayakan dalam pengelolaan hutan produksi?: Studi kasus di kesatuan pemangkuan hutan Bogor. Jurnal Analisis Kebijakan Kehutanan, 9(3), 190-204.
[19]. Raharjo, S. T., & Nafisah, D. (2006). Analisis Pengaruh Gaya Kepemimpinan terhadap Kepuasan Kerja, Komitmen Organisasi dan Kinerja Karyawan (Studi Empiris pada Departemen Agama Kabupaten kendal dan Departemen Agama Kota Semarang). Jurnal Studi Manajemen Dan Organisasi, 3(2), 69-81.
[20]. Ruhimat, I. S. (2013). Model peningkatan partisipasi masyarakat dalam implementasi kebijakan kesatuan pengelolaan hutan?: Studi kasus di KPH model kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Jurnal Analisis Kebijakan Kehutanan, 10(3), 255-267.
[21]. Ruhimat, I. S. (2015). Model peningkatan kapasitas petani dalam pengelolaan hutan rakyat: Studi di desa Ranggang, Kalimantan Selatan. Jurnal Penelitian Kehutanan Wallacea, 4(1), 11-21.
[22]. Ruhimat, I. S. (2015). Status keberlanjutan usahatani agroforestry pada lahan masyarakat?: Studi kasus di kecamatan Rancah, kabupaten Ciamis, propinsi Jawa Barat. Jurnal Penelitian Sosial Dan Ekonomi Kehutanan, 12(2), 99-110.
[23]. Salampessy, M. L., Bramasto, N., & Purnomo, H. (2012). Hubungan Karakteristik Responden dengan Partisipasi Masyarakat dalam Kegiatan Pengelolaan Hutan Lindung Gunung Nona di Kota Ambon Propinsi Maluku. Jurnal Penelitian Sosial Dan Ekonomi Kehutanan, 9(3), 149-159.
[24]. Sawerah, S., Muljono, P., & Tjitropranoto, P. (2016). Partisipasi masyarakat dalam pencegahan kebakaran lahan gambut di kabupaten Mempawah, provinsi Kalimantan Barat. Jurnal Penyuluhan, 12(1), 89-102.
[25]. Setiana, L. (2012). Teknik Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat. Bogor (ID): Ghalia Indonesia.
[26]. Sillong, A. D., Mohamad, D. M., Hassan, Z., & Ariff, I. (2008). Changing Roles and Competencies of Effective Public Sector Leadership. Jurnal Pengurusan Awam, (1), 27-46.
[27]. Soekanto, S. (2013). Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta (ID): Rajawali Pers.
[28]. Sudaryono. (2014). Leaderships Teori dan Praktek Kepemimpinan. Jakarta (ID): Lentera Ilmu Cendekia.
[29]. Suhendi, A. (2013). Peranan Tokoh Masyarakat Lokal dalam Pembangunan Kesejahteraan Sosial. Informasi, 18(2), 105-116.
[30]. Suherdi, Amanah, S., & Muljono, P. (2014). Motivasi petani dalam pengelolaan usaha hutan rakyat desa Cingambul, kecamatan Cingambul, Majalengka. Jurnal Penyuluhan, 10(1), 85- 93.
[31]. Suprayitno, A. R., Gani, D. S., & Sugihen, B. G. (2011). Model peningkatan partisipasi petani sekitar hutan dalam pengelolaan hutan kemiri rakyat. Jurnal Penelitian Sosial Dan Ekonomi Kehutanan, 8(3), 176-195.
[32]. Suprayitno, A. R., Gani, D. S., & Sugihen, B. G. (2012). Motivasi dan partisipasi petani dalam pengelolaan hutan kemiri di kabupaten Maros provinsi Sulawesi Selatan. Jurnal Penyuluhan, 9(2), 182-196.
[33]. Van den Ban, A. W., & Hawkins, H. S. (1999). Penyuluhan pertanian. Yogyakarta (ID): Kanisius.
[34]. Wahyuni, S., Sumardjo, Lubis, D. P., & Sadono, D. (2017). Hubungan jaringan komunikasi dan dinamika kelompok dengan kapasitas petani dalam agribisnis padi organik di Jawa Barat. Jurnal Penyuluhan, 13(1), 110-120.
[35]. Winata, & Yuliana. (2012). Tingkat partisipasi petani hutan dalam program pengelolaan hutan bersama masyarakat (PHBM) perhutani. MIMBAR, 28(1), 65-76.

Abstract:
Agroforestry farmers surrounding national park are generally less empowered and poor. This is due to the low capacity and less effective forestry extension. Informal leader is one of the driving factors to improve farmers' capacity and empowerment. This study was aimed to analyze: (1) the leadership roles of informal leaders surrounding Gunung Ciremai National Park, and (2) the factors influencing the leadership role of informal leaders surrounding Gunung Ciremai National Park. This study was conducted in Kuningan and Majalengka districts West Java Province Indonesia for four months, from July to October 2017. Sampling technique used was cluster random sampling in which cluster location of agroforestry farmer group was conducted in the buffer zone surrounding Gunung Ciremai National Park. Sample size in this study was 310 agroforestry famers. Results showed that: (1) the leadership roles of informal leaders (interpersonal, informational and decision making roles) surrounding Gunung Ciremai National Park was weak, and (2) factor influencing the weak leadership of informal leaders surrounding Gunung Ciremai National Park was the lack of supports for forestry extension activities and environment. The results of this study are expected to be a consideration for government agencies in the implementation of forestry extension by involving informal leaders.